Profil Sergio Ramos Kapten dan Jantung Pertahanan Spanyol di Euro 2020

Profil Sergio Ramos Kapten dan Jantung Pertahanan Spanyol di Euro 2020 – Keinginan kapten Real Madrid, Sergio Ramos untuk tampil di EURO 2020 dan Olimpiade 2020 sekaligus mendapat dukungan dari legenda Barcelona dan Brasil, Rivaldo. Belakangan ini muncul kabar yang menyebut Ramos yang kini sudah berusia 33 tahun berhasrat untuk bisa menjadi salah satu dari pemain yang masuk tim nasional Spanyol U-23 untuk Olimpiade 2020. Kabar ini terbilang mengejutkan karena pentas Olimpiade 2020 digelar mulai pertengahan Juli 2020, atau hanya berselang beberapa hari saja dari perhelatan EURO 2020, dimana Ramos diyakini masih akan tampil.

Profil Sergio RamosProfil Sergio Ramos

Sergio Ramos Garcia atau lebih dikenal dengan nama Sergio Ramos adalah pemain sepak bola profesional yang bermain di Real Madrid dan juga masuk dalam daftar pemain tim nasional Spanyol. Ramos biasa bermain di sektor bek kanan, namun juga bisa bermain sebagai bek tengah. Ramos dikenal sebagai wingback yang aktif menyerang dari sektor kanan, melakukan overlapping, crossing, namun tetap konsentrasi dalam bertahan.

Perusahaan peralatan olah raga terkemuka, Nike, menjadi sponsor pribadi pemain kelahiran 1986 tersebut. Sergio Ramos merupakan produk akademi sepak bola Sevilla. Ramos melakukan debutnya di tim senior Sevilla saat berusia 18 tahun pada 1 Februari 2004 ketika Sevilla kalah 0-1 dari Deportivo La Coruna.

Ramos hengkang dari klub Andalusia tersebut ke Real Madrid pada tahun 2005 dengan biaya transfer 27 juta poundsterling untuk kontrak jangka panjang selama delapan musim. Di Los Galacticos, Ramos mengenakan nomor punggung 4 yang sebelumnya dikenakan oleh mantan pemain legendaris Real Madrid dan tim Matador, Fernando Hierro.

Karir di Level Klub

Lahir pada 30 Maret 1986 di Camas, Sevilla, Spanyol, seperti kebanyakan bocah di Andalusia, Ramos kecil merupakan pendukung sejati Sevilla. Sudah jadi agenda wajib Ramos dan teman sekolahnya di setiap senja, untuk melihat para penggawa Sevillistas Rojiblancos melakukan latihan rutin.

Semakin matang dengan raihan gelar Piala Eropa dan Piala Dunia, Ramos juga menularkan performa gemilangnya di level klub. Memasuki musim 2011/12, ia mulai beroperasi di posisi naturalnya sebagai bek tengah, menyusul cedera Ricardo Carvalho, sang pengisi pos paten.

Namun ketika tinggal setapak menuju masa keemasannya, Ramos dikecam seluruh Madridista dunia akibat kegagalannya mengeksekusi sepakan penalti pada duel tos-tosan dengan Bayern, di babak semi-final Liga Champions.

Namanya langsung menjulang di seantero Eropa. Deretan klub besar lantas menaruh minat terhadapnya, namun hanya Madrid yang bisa menarik hati Ramos dari klub pujaannya, Sevilla. Uang sebesar €27 digelontorkan Florentino Perez kala itu, untuk menjadikan Ramos pemain termahal Spanyol di bawah usia 20 tahun.

Statistik Sergio Ramos Sepanjang Kualifikasi Euro 2020

Sergio Ramos menjadi salah satu pemain yang selalu diandalkan oleh Luis Enrique di kualifikasi Piala Eropa 2020. Dia dianggap sebagai pemain kunci dan pemain penting bagi Spanyol sepanjang babak kualifikasi.

Tentunya hal tersebut sangat layak disematkan kepada Sergio Ramos. Pasalnya Sergio Ramos adalah kapten dari Timnas Spanyol saat ini. Tentunya tidak mengherankan jika perannya bersama Spanyol terbilang sangat vital.

Sepanjang gelaran kualifikasi Piala Eropa, Sergio Ramos telah membukukan delapan penampilan bersama timnas Belgia. Dirinya yang berposisi sebagai pemain belakang mampu mengawal lini belakang dengan sangat mengesankan. Terbukti Spanyol hanya kemasukan lima gol saja sepanjang kualifikasi euro 2020.

Selain mahir dalam mengawal lini belakang Sergio Ramos pun mampu bisa menjadi opsi ketika Spanyol mengalami kebuntuan di sepanjang laga. Tentunya hal tersebut menunjukkan bahwa Sergio Ramos merupakan sosok yang penting bagi permainan Spanyol.

Berkat penampilan impresifnya tersebut Spanyol mampu lolos sebagai juara grup F. Mereka berhasil membukukan dua puluh poin enam poin dari sepuluh penampilan. Dimana sepanjang babak kualifikasi Spanyol mampu meraih delapan kemenangan dan 2 kali hasil imbang tapa pernah menelan kekalahan.

Ramos kemudian melanjutkan performa gemilang di musim berikutnya, lagi-lagi dengan berposisi sebagai bek kanan. Stamina, determinasi, intersep, serta akurasi umpan yang ciamik membuatnya makin mapan sebagai bek kanan. Namanya pun mulai jadi langganan di timnas Spanyol.

Kiprah Sergio Ramos di Euro 2020

Ramos kini unggul satu caps atas Casillas. Sergio Ramos telah memecahkan rekor Iker Casillas sebagai pemain dengan caps terbanyak bersama tim nasional Spanyol sepanjang masa. Bek tengah berusia 33 tahun itu kini mengumpulkan 168 caps untuk timnas Spanyol, unggul atas mantan rekannya, Casillas, yang memiliki 167 caps.

Rekor itu terpecahkan ketika Spanyol dipaksa bermain imbang 1-1 lawan Norwegia di Grup F kualifikasi Euro 2020, Minggu (13/10) dini hari WIB. Dengan hasil ini, La Furia Roja gagal menjaga catatan sempurna di pertandingan ketujuh. Namun kini unggul lima poin atas pesaing terdekat, Swedia, di puncak klasemen sementara.

Spanyol sendiri sebelumnya sudah dipastikan lolos ke putaran final Euro 2020. Ramos menjalani caps internasional pertamanya untuk Spanyol pada 2005, ketika ia masih menjadi pemain Sevilla. Debut awalnya adalah laga uji coba kontra Tiongkok, yakni bermain selama 45 menit.

Ramos membawa Spanyol meraih juara beruntun di Kejuaraan Eropa, yakni pada 2008 dan 2012, dengan mengalahkan Jerman dan Italia di masing-masing final. Mereka juga memenangkan Piala Dunia 2020 setelah menaklukkan Belanda di Afrika Selatan.

Ramos menjadi starter dan bermain penuh di setiap final-final tersebut dan membuat clean sheet. Ramos juga masuk daftar sepuluh pencetak gol terbanyak dalam sejarah negaranya, sama dengan Michel sebanyak 21 gol, hanya tertinggal dua gol dari legenda Real Madrid Alfredo Di Stefano.

Karir Bersama Timnas Spanyol

Ramos merupakan langganan timnas sejak masih merintis karier di akademi. Ia sudah memulainya dari kelompok umur timnas U-17. Promosinya ke level senior pun terbilang cepat, kala terjadi dalam duel uji coba kontra Tiongkok pada 26 Maret 2005, atau empat hari saja jelang ulang tahunnya yang ke-19. Ia memecahkan rekor sebagai penggawa termuda skuat La Furia Roja, sebelum akhirnya dipecahkan lagi oleh Cesc Fabregas.

Keberadaan Carles Puyol dan Carlos Marchena di jantung pertahanan, kembali memaksa Ramos bermain di posisi yang sama di klub, yakni bek kanan. Gol pertamanya terjadi tujuh bulan pasca debutnya, dalam kemenangan 6-0 kontra San Marino. Namanya lantas diikutkan Luis Aragones dalam skuat Piala Dunia 2006. Sayangnya Ramos urung untuk tampil.

Ramos kemudian jadi pilar saat Tim Matador mengejutkan dunia dengan meraih gelar Euro 2008. Namanya bahkan terpilih untuk masuk dalam tim terbaik turnamen. Satu performa yang ia tingkatkan dua tahun berselang, dengan mengantarkan Spanyol meraih gelar Piala Dunia 2010!

Seiring cederanya Puyol, posisi Ramos kemudian dikembalikan menjadi bek tengah. Ia diduetkan dengan rivalnya asal Barcelona, Gerard Pique. Keduanya tampil kokoh, hingga mengukir sejarah dengan rengkuhan gelar back to back di Euro 2012. Sayangnya, performa Ramos dan Pique dikecam habis-habisan pasca kegagalan mengenaskan Spanyol di Piala Dunia 2014 lalu.

Meskipun bergonta-ganti nahkoda Sergio Ramos tetap menjadi pilihan utama untuk Timnas Spanyol di lini belakang. Berkat kepiawaiannya mengawal lini belakang menjadikannya pemain yang sangat di segani di Tim Matador saat ini.