Profil Luka Modric Veteran Kroasia di Piala Eropa 2020

Profil Luka Modric Veteran Kroasia di Piala Eropa 2020 – Setelah tampil di partai final Piala Dunia 2018, Kroasia kini telah memastikan tampil di ajang Piala Eropa 2020 setelah menjadi juara Grup E babak kualifikasi. Dari delapan laga yang dilakoni, pasukan Zlatko Dalić meraih lima kemenangan dan kumpulkan 17 poin. Kroasia sukses mengalahkan empat tim penghuni Grup E lainnya, yakni Wales, Slovakia, Hongaria dan Azerbaijan.

Di balik cerita sukses Kroasia ini, ada peran salah satu pemain yang saat ini membela tim Spanyol Real Madrid. Ya, tak talin dan tak bukan, dia adalah Luka Modrić. Sebagai seorang gelandang, Modrić terbilang cukup produktif selama membela Kroasia. Di babak kualifikasi Euro 2020, pemain berusia 34 tahun ini sudah mencetak dua gol.

Gol pertama Modrić di ajang ini lahir pada tanggal 9 September 2019 ke gawang Azerbaijan. Eksekusi penaltinya sempat membuat Kroasia unggul. Namun, di akhir laga, tim berjuluk Vatreni ini hanya mampu bermain imbang 1-1. Kemudian, Modrić mencetak gol pembuka dalam kemenangan tiga gol Kroasia atas Hongaria pada 11 Oktober 2019.

Kehidupan Masa Kecil

Luka Modrić lahir pada 9 September 1985 di Zadar, Kroasia. Ia terlahir dari keluarga pengungsi yang melarikan diri dari Serbia saat perang Bosnia pecah. Ibu Modrić bernama Radojka Modrić adalah seorang pekerja tekstil. Sedang ayahnya yang bernama Stipe Modrić adalah seorang montir yang bertugas memperbaiki mobil tentara Kroasia saat perang.

Sejak kecil, Modrić sering mendapat perlakuan kurang menyenangkan karena fisiknya yang kecil. Tubuhnya yang kecil dianggap terlalu kecil dan lemah untuk berkembang menjadi seorang pesepakbola. Namun, Modrić tak pernah menyerah dan terus berlatih bermain sepakbola sendirian di depan kamar hotel keluarganya.

Sejatinya, Luka Modrić pernah mendapat pelatihan usia muda bersama klub Kroasia, Hajduk Split. Namun, Hajduk Split menolaknya karena fisik Modrić terlihat meragukan. Namun takdir untuk menjadi pemain hebat seakan telah melekat dalam dirinya. Modrić kemudian membuktikan bahwa anggapan orang tentang fisiknya itu adalah hal yang salah.

Akhirnya, Modrić menemukan klub baru yang mau menerima keadaan fisiknya. Klub tersebut adalah Dinamo Zagreb. Bersama tim Kroasia ini, Modrić tampil gemilang. Ia menjawab kepercayaan yang telah ditunjukkan klub dengan kualitas di atas lapangan. Di klub ini pula lah, karir pemain yang kini menjadi bintang Real Madrid bermula.

Karir di Level Klub

Usai mengalami masa-masa sulit, Luka Modrić semakin bersinar bersama Dinamo Zagreb. Pada periode musim 2005/2006, 2006/2007 dan 2007/2008, Modrić membawa Dinamo Zagreb menjuarai Croatian First League secara berturut-turut. Ia juga membawa Zagreb menjuarai Croatian Cup 2006/2007 dan 2007/2008, serta Croatian Super Cup tahun 2006.

Pada 26 April 2008, perjalanan Luka Modrić berlanjut ke Liga Primer Inggris bersama Tottenham Hotspur dengan kontrak enam tahun bersama The Lily White. Sempat alami pasang surut karir, Modrić nyatanya semakin berkembang bersama Spurs. Bahkan di sini, Modrić untuk pertama kalinya dilirik oleh raksasa asal Spanyol. Real Madrid.

Selama membela Spurs, Modrić kerap menjadi pilihan manajer saat itu, Harry Redknapp. Sang manajer kerap memberikan pujian dan menyebut bahwa penampilan Luka Modrić sangat luar biasa. Modrić kemudian terpilih untuk mendapatkan gelar Tottenham Hotspur Player of the Year pada musim 2010/2011.

Selepas musim 2010/2011, spekulasi mengenai kepindahan Modrić dari Spurs kian mengalir deras. Chelsea saat itu menjadi tim yang paling berhasrat untuk mendatangkan Modrić. Namun, tawaran terakhir senilai 40 juta pound dari The Blues telah ditolak oleh Spurs. Puncaknya, pada 27 Agustus 2012, Real Madrid berhasil mendatangkan pemain berpostur mungil tersebut dengan nilai transfer sekitar 30 juta poundsterling.

Debut Modrić bersama Real Madrid terbilang sangat manis di mana ia berhasil meraih trofi pertamanya di ajang Supercopa de España tahun 2012 setelah mengalahkan Barcelona. Trofi pertamanya ini ia raih kurang dari dua hari pasca menandatangani kontrak. Karir Modrić pun semakin menanjak dengan meraih banyak gelar seperti Copa del Rey, Liga Champions, UEFA Super Cup dan Piala Dunia antarklub bersama El Real.

Menjadi pemain yang berkontribusi dalam kesuksesan Madrid menjuarai Liga Champions selama tiga musim berturut-turut, Modrić kini diisukan akan segera hengkang. Jika isu ini benar, maka Modrić kemungkinan bakal hengkang di musim panas. Karenanya, di ajang Euro 2020, ia harus tampil bagus agar Madrid tak melepasnya usai turnamen berakhir.

Timnas Junior Kroasia

Perjalanan Modrić bersama timnas Kroasia dimulai pada level junior yakni di timnas U-15 hingga -21. Modrić tampil perdana untuk negaranya pada Maret 2001 bersama timnas Kroasia U-15 asuhan Martin Novoselac. Namun, ia gagal tampil secara reguler dan setelah menjadi lebih dewasa, Modrić memulai debutnya di timnas Kroasia U-18.

Martin Novoselac yang melihat Modrić sebagai pemain muda berbakat kembali memasukkan namanya dalam skuad timnas Kroasia U-19. di level ini, Modrić tercatat tampil sebanyak empat kali di ajang kualifikasi UEFA U-21 Championship 2004. Selama di level junior, Modrić punya torehan dua gol untuk Kroasia U-21, dan satu gol untuk Kroasia U-19.

Statistik Bersama Timnas Senior Kroasia

Pasca tampil beberapa kali untuk tim junior Kroasia, Modrić akhirnya tampil untuk timnas senior di bawah asuhan Zlatko Kranjcar pada Mei 2006. Ia kemudian ikut bersama skuad Kroasia pada ajang Piala Dunia tahun 2006. Sayang, perjuangan Modrić di turnamen akbar pertamanya ini harus kandas di fase grup.

Dua tahun setelahnya, Modrić kembali menjadi pilihan di ajang Piala Eropa 2008 dan 2012. Pada edisi 2008, ia mencetak satu gol dan satu asisst. Namun, Modrić gagal membawa timnya melaju ke semifinal usai kalah adu penalti melawan Turki di perempat final. Empat tahun berselang, Kroasia harus pulang lebih awal setelah tersingkir dari Grup A ajang Euro 2012.

Perjuangan Luka Modrić bersama Kroasia kembali terhenti di fase Grup saat tergabung bersama Brazil, Kamerun dan Meksiko di Grup A. Akan tetapi, turnamen ini seakan menjadi titik balik bagi Modrić dan timnas Kroasia tentunya. setelah gagal melewati fase grup Piala Dunia 2014, Kroasia berhasil melaju ke babak 16 besar Euro 2016 dan menantang Portugal.

Sayang, Portugal yang kala itu menjadi kampiun berhasil menundukkan tim berjuluk Vatreni ini dengan skor 0-1 melalui babak extra time. Seakan tak ingin menyerah, Kroasia kemudian tampil memukau di babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Pada akhirnya, Modrić dan negaranya kembali tampil di ajang Piala Dunia edisi 2018.

Berada satu grup dengan Argentina, Nigeria dan Islandia, Kroasia tampil mengejutkan dengan menjuarai Grup D. Modrić yang kala itu menjadi kapten sukses mengantarkan timnya selalu menang di fase grup. Ia juga berhasil memimpin rekan-rekannya menaklukkan Denmark dan tuan rumah Rusia di babak 16 besar dan perempat final.

Namun, saat menantang Prancis di partai pamungkas, Modrić dan timnya harus menelan kekalahan 4-2 yang membuat mereka gagal merengkuh gelar. Akan tetapi, di akhir turnamen, Modrić berhasil memenangkan penghargaan FIFA World Cup Golden Ball 2018. Gelar ini disempurnakan gelar Ballon d’Or 2018 yang ia dapat di penghujung tahun.

Menjadi Harapan Kroasia

Tampil mengagumkan dalam beberapa kesempatan terakhir, Luka Modrić kini menjadi harapan baru Kroasia di ajang Euro 2020. Magisnya di setiap kesempatan akan selalu dinantikan oleh para penggemar tim penuh kejutan ini. Setelah mengantar Kroasia ke final Piala Dunia, Modrić tentu menjadi harapan publik Kroasia untuk merengkuh gelar Piala Eropa 2020 ini.